Minggu, 27 Mei 2012

ARTI KEHIDUPAN

Diposting oleh tya lolita vertika di 16.44 0 komentar
Arti Sebuah Kehidupan Ibarat Puzzle 
 
Puzzle adalah sebuah permainan yang membutuhkan tingkat kecerdasan tertentu untuk mencari solusi atau memecahkan rahasia puzzle tersebut. Siapa yang memiliki kecerdasan sesuai levelnya, bukan pintar, akan dapat memecahkan puzzle level tertentu pula. Begitupun bidang kecerdasan yang dimiliki seseorang hanya dapat menyelesaikan puzzle tertentu yang sesuai dengan bidangnya, misal: seorang anak yang sangat ahli dalam memecahkan puzzle gambar, tapi ia merasa kesulitan saat disuruh menyelesaikan puzzle angka.
Para pembuat puzzle biasanya disebut 'giver' (pemberi/pembuat puzzle), sedangkan yang memecahkannya disebut 'solver' (pemecah puzzle). Keduanya saling beradu untuk membuktikan siapa yang paling cerdas, adu gengsi dipertaruhkan. Hanya orang yang memiliki tingkat kecerdasan tingkat tinggi lah yang dapat menguasai semua bidang puzzle dengan tingkat kerumitan kelas dewa, baik para solver maupun giver.
Takdir dan Puzzle
Beralih ke takdir, seperti yang kita ketahui takdir merupakan garis nasib yang telah ditentukan oleh Tuhan, Sang Pencipta alam semesta. Takdir, dalam islam (mungkin juga agama lainnya), ada dua macam, yakni takdir yang telah pasti dan takdir yang dapat berubah sesuai dengan usaha kita. Jadi, kita tidak mungkin dapat mengubah takdir yang sudah pasti, seperti kapan kita akan meninggalkan dunia. Kita hanya bisa merubah garis nasib kita pada takdir yang dapat berubah, seperti berusaha sebaiknya mendapatkan istri yang beriman.
Lalu, apa kaitannya takdir dengan puzzle?
Dari uraian di atas, tentu kita sudah dapat sedikit berpikir secara filsafat mengapa takdir ibarat puzzle. Yap betul, takdir adalah puzzle, bukan diibaratkan lagi, tapi memang menjalani takdir sama dengan memecahkan puzzle kehidupan. Tapi ingat disini tidak diartikan kita melawan takdir yang telah ditetapkan atau sudah pasti karena bagaimanapun juga manusia takkan pernah melampaui Tuhan.
Setiap cobaan di dunia ini adalah puzzle, semakin cerdas daya pikir seseorang, semakin banyak pula puzzle yang dapat diselesaikan. Walau kita sering kali tidak menyadari mana yang cobaan dan bukan, kita hanya cenderung berusaha menyelesaikannya dan menjalani hidup ini apa adanya. Dan orang yang tidak dapat memecahkan masalahnya, bukan berarti dia bodoh, mungkin karena cobaan tersebut bukan bidangnya atau juga ada campur tangan dari pihak ketiga, seperti satan.
Puzzle Kehidupan
Cita-Cita dan harapan juga sebuah puzzle. Berbagai cara yang kita tempuh dalam menggapai cita-cita, penuh pengorbanan, suka cita yang semuanya tidak lain menuju pada satu titik tertentu, yaitu 'keberhasilan'. Sama halnya ketika kita mencoba memecahkan puzzle, menguras waktu, tenaga dan pikiran hanya untuk mencapai 'keberhasilan'. Keberhasilan akan mengubah takdir hidup kita, keberhasilan juga akan mengubah level kecerdasan kita dalam memecahkan puzzle.
Takdir kehidupan yang telah ditentukan oleh Tuhan ibarat puzzle. Dan setiap cobaan dan cita-cita adalah sama dengan puzzle.

Sekianlah pola pikir yang dapat aku sampaikan, mungkin berbeda dengan anda. Kalau ada kata-kata yang salah atau kurang berkenan, harap tinggalkan saran dan solusi. Tapi apapun itu, aku hanyalah filsuf sederhana yang mencoba memecahkan puzzle kehidupan. Akhir kata wassalamu'alaikum.

Sabtu, 05 Mei 2012

CERPEN

Diposting oleh tya lolita vertika di 04.57 1 komentar
ROMANTIKA BUS KOTA JAKARTA (cerpen)

Aku berangkat lebih awal, tetap saja. Sudah penuh! Padahal baru saja aku berhasil memenangkan ‘perlombaan’ dengan ibu-ibu bawel, yang setahuku ingin selalu menang sendiri. Sekian lama berangkat pada jam yang sama, sedikit banyak membuatku tahu tabiatnya: menyerobot tempat duduk dengan beragam alasan, hingga membuatku atau yang lainnya mengalah, yang berarti berdiri sampai ke tujuan. Belum lagi iringan komentarnya sepanjang perjalanan, membuatku semakin gerah.

“Lecek lagi deh gue !” gumamku lirih. Padahal kemarin Tanti sudah mewanti-wanti aku untuk berpakaian serapi mungkin, katanya sih presentasiku kali ini akan berpengaruh banyak pada karierku. Dan katanya lagi nih, performance-ku juga menjadi pertimbangan, itu berarti bajuku yang hampir saban hari lecek setelah berdesakan di bus, saat presentasi harus rapi. Paling tidak itulah yang bisa kulakukan untuk menunjang penampilan, tak hanya otak dan tanggungjawab. Berarti pula, lagi-lagi aku mesti ke ruangannya Sapto, satpam kantor yang punya fasilitas rumah tangga di pos jaganya.

“Permisi mas !” Kudengar suara lantang di belakangku, sambil sedikit memaksa tubuhku untuk bergeser.

Pasti dia tidak buta. Tapi manusia ini nekat. Bayangkan, sejak dari Senen bus sudah sarat penumpang, bahkan untuk sekedar menggeser badan pun sulit, tetapi tetap saja dia mendesak agar bisa ngamen. Aku yakin banyak diantara penumpang jengkel padanya, namun pasti juga, tak ada yang bereaksi. Sudah lazim, seperti hari-hari biasanya.

“Ganteng-ganteng kok ngamen !” Madam bawel yang duduk disebelahku mulai berkomentar. “ Emangnya nggak ada pekerjaan lain ? Apalagi dia

kan

nggak cacat!” Kulihat ia mulai memonyongkan mulutnya, seperti biasa pula.

Mendengar komentarnya, kedongkolanku menjadi berlipat ganda. Mungkin dia pikir orang cacat hanya bisa ngamen, atau ngamen dimatanya sama dengan ngemis, dan cacat berarti harus menjadi pengemis. Terus, memangnya gampang cari pekerjaan? Huh !! Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba menjadi sewot begitu, meski hanya dalam bathin. Namun juga bukan berarti secepat itu aku memberi simpati pada pengamen brengsek ini.

Jakarta

yang panas, sudah mulai memanas walau mentari baru saja muncul dari peraduannya.

Cring !! Cepek, dan gopek saling beradu di kantong plastik artis bus

kota

itu. Aku tidak tahu, apakah recehan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap seni atau hanya harga yang harus dibayar untuk buang sial, daripada dipaksa dan diancam. Sebab tak jarang diantara mereka ada yang tak tulus membarterkan suaranya dengan sekantung recehan, meski sesungguhnya dia juga tahu bahwa suaranya lebih sering membuat berisik daripada menghibur. Kalau begitu, aku jadi berpikir untuk mereka yang memang tulus menjalani pekerjaan ini. Mereka hanya menjadi korban salah cap. Belum lagi kalau ada razia, mereka menjadi bagian dari kehidupan premananisme yang kata penguasa mesti diberantas.

Tak lama bus melaju, kulihat dua bocah dengan segepok tutup botol naik ke dalamnya. Ngamen lagi? Pasti ! Tetapi pengamen kali ini mungkin tidak menjual suara, melainkan tampang miskin mereka untuk wujud belas kasihan. Dua gembel kecil yang kini tepat di depanku mulai melontarkan kata-kata pembuka, tak semerdu MC pementasan musik dangdut, apalagi dari kesan enak didengar, atau gaulnya VJ MTV, jauh, jauh sekali!

“Kamu tidak sekolah?” Pertanyaan klasik, mungkin untuk sebuah simpati basa-basi. Dan, cring !! Kudengar recehan mengalir ke kantung kusut yang dipegang oleh tangan mungil bocah perempuan kumel tujuh tahunan itu. Aku jadi tahu, jika itu adalah sebuah simpati, maka di

Jakarta

ini simpati adalah cepek atau paling pol, gopek! Tidak akan mengubah apa-apa, apalagi hanya dengan pertanyaan dan komentar basa-basi.

Ciiiiit!!! !! Aaaaa..aaa !!! Gila, sopir bus ngerem mendadak, membuat seisi bus panik.

Hampir saja aku terpelanting ke depan, kalau saja peganganku tidak cukup kuat, di tambah

Om

super gembul di belakangku mendorongku cukup kencang.

“Pagi-pagi udah tawuran !” Seru pengasong yang menggunakan kesempatan berhentinya bus, untuk melompat ke dalamnya. “Permen rasa baru mbak, mas !!” serunya kemudian.

Sementara dijalanan kulihat gerombolan pelajar saling berlarian, tak ayal lagi jalanan menjadi macet. Brakk !! dok-dok-dok Tak jarang, bus yang kutumpangi menjadi sasaran lemparan batu. “Asal nggak ke kaca aja, aman,” pikirku. Tak ada keheranan, atau kepanikan diantara yang berjejal duduk maupun berdiri di sekelingku. Ini bukan hal baru, yang kutahu biasanya mereka melakukannya sepulang sekolah. Jika sepagi ini, barangkali pemanasan.

Sudah kuduga, pasti akan macet total. Trafic light di perempatan depan meskipun menyala, tak berperan apa-apa. Dimata pengemudi, merah, kuning yang kelihatan cuma hijau, siapa cepat dia dapat. Meski kenyataan menjadi sebaliknya, hijau, kuning menjadi merah semua, karena tak ada yang bisa jalan. Tak banyak yang bisa diperbuat, kecuali pasrah. Herannya ada saja orang-orang egois yang membunyikan klakson, seolah mobil di depannya jelek tak bisa melaju.

Kulihat peluh mulai mengalir dari sosok manis, yang sejak awal kuperhatikan. Berkali-kali ia mendesis, manakala melihat ke pergelangan tangan. Sama denganku, telat barangkali bencana. Syukur kalau hanya potong gaji, namun kalau masih masa observasi, itu berarti kontrak akan berhenti tiga bulan saja. Tidak disiplin. Selanjutnya, lagi deh menjadi pegawai yang pekerjaannya adalah mencari pekerjaan. Sambil menggigit bibir bawahnya, ia mencoba mengusir kegusaran hatinya. Wow, gadis itu semakin mempesona. Hanya sebatas itu, mengagumi, sebab kemudian pasti ia akan segera menghilang di belantara

Jakarta

. Mengenalinya lagi di tengah jutaan manusia, cukup sulit, terlebih sehabis lebaran nanti. Wajah-wajah baru akan segera menghiasi ibukota republik ini.

Alhamdullilah, meski kantorku tak jauh lagi aku dapat tempat duduk juga. Lumayan, mubazir kalau tidak dimanfaatkan, lha wong di luar

sana

, (maksudku di gedung sebelah ketika busku melintasi kantor DPR/MPR) mereka pada berebut kursi sampai gontok-gontokan, masa di sini kusia-siakan. Apalagi aku bakal bersanding dengan simanis yang sejak tadi kuperhatikan. Ini namanya pucuk dicinta ulam tiba.

“Turun di mana Mbak?” diantara kepengecutanku, bunyi juga mulutku.

“Grogol,” Jawabnya acuh. Kembali wajahnya menembus kaca, menerawang jauh ke luar dari bus yang sedang kami tumpangi.

“Takut telat ya?”

Ia memandangku, merespon pertanyaanku dengan melemparkan senyuman, senyuman yang sangat dipaksakan. Kecut! Itu bukan berarti

dia tidak menjadi manis dimataku. Lagian sudah biasa, sebab tak jarang pertanyaan akan menghasilkan prasangka. Tidak dicuekin saja sudah syukur, jadi tak perlu berharap lebih

kan

?

Persimpangan Slipi, sebagian dari penumpang turun. Gadis manis di sampingku tak juga beranjak. Namun belum juga mau bicara, diam diantara deru laju kendaraan. Barangkali dia merasa sendirian, sendirian di tengah keramaian, atau gundah di tengah ketidakpedulian.

Pria kekar yang sejak dari Slipi berdiri di sebelahku, mulai angkat bicara; meski sejak awal ia kukira seorang penumpang biasa. Kenyataannya, ia penumpang luar biasa.

“ Slamat pagi bapak ibu! Saya di sini tidak ingin berbuat jahat pada bapak ibu sekalian, kalaupun saya seperti ini (maksudnya kelihatan sangar kali), terimalah sebagaimana saya adanya. …Lalu…bla..bla…”.ia terus berbicara, dan diujungnya “ Tolonglah saya bapak ibu, saya tidak ingin masuk penjara lagi, saya kapok dan tobat. Dapatlah kiranya bapak ibu membantu saya. Dengan memberikan uang seribu atau limaribu perak, bapak ibu tidak akan jatuh miskin karenanya.”

Wow ! Sebuah pengakuan yang fantastis, gambaran sebuah negeri yang adiluhung dengan budaya timurnya yang patut diacungi jempol. Tentulah negeri ini bukanlah negeri sembarangan, jebolan penjahatnya saja berani memproklamirkan pertobatan. Cuma persoalannya hanya satu, tidak punya ongkos untuk pulang kampung. Klasik ! Tetapi sungguhkah !!!!

Kalau saja aku tidak teringat pesan Tanti, sudah kugaruk kepalaku, pusing mencoba berpikir jadi orang bijak, atau mencoba peduli pada negeri sakit ini. Andai saja ia benar, barangkali gadis di sampingku tak akan gelisah. Ada ketakutan manakala ia menatap pada alumnus Cipinang itu, wajar sebab sudah biasa pula pengakuan menjadi sarana cari makan, atau barangkali menambah panjang jam bergadang dengan menenggak alkohol produk dalam negeri alias arak oplosan, artinya recehan yang didapat bisa untuk tambahan porsi, gitu! Murah meriah katanya. Yah artinya,…..kejujuran menjadi sebuah kebohongan baru.

Tap ! Tiba-tiba tangan mungil menempel erat tepat dipergelanganku, rasanya seperti nonton film dengan lakon horor yang belakangan menjadi tontonan yang sangat digemari. Kaget, tapi aku tak ingin melewatkannya, kubiarkan jemari itu tetap ada di

sana

, dan kuberanikan mengarahkan pandangan ke pemiliknya. Deg! Senyumnya kali ini beda, masih dipaksakan memang, namun senyum itu lebih bersahabat. Secepat inikah ia berubah?

“Mas, maaf ya!” segera ia melepaskan pegangannya, mengangkat kepalanya yang sebentar sempat berada di pundakku. Semuanya telah berlalu tanpa sempat aku mengerti apa yang sebenarnya terjadi, seiring berlalunya alumnus Cipinang yang barangkali dapat menjawabnya. Teror !

“Hah…!” tanpa sadar aku mengucapkannya. Gadis di sebelahku juga sepertinya ikutan kaget, namun ia tak banyak bereaksi, bahkan menatapku pun tidak. Keramahan dan kelembutannya hanya sekejap, kejadian barusan tak pernah ada di kepalanya. Yang ada kini ia bersiap untuk turun, meninggalkan aku yang karena pesonanya telah ikut melaju sampai ke Grogol. Itu berarti aku kelewat, dan mesti balik secepatnya agar tak terlambat presentasi. Huh, sial! Bus

kota

telah membawa romantika pagi ini, sekaligus kesedihan karena mungkin aku tak dapat mengulanginya lag

Jumat, 04 Mei 2012

PENGETAHUAN TENTANG ALGORITMA PEMROGRAMAN

Diposting oleh tya lolita vertika di 15.30 1 komentar
ALGORITMA 
 
Apakah Itu Algoritma

Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algorist jika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal- Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara
umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.

Definisi Algoritma

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah,pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.

 Pengantar Algoritma dan Program

Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahuiseberapa baik hasil yang dicapai  oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya. Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin
buruklah algoritma tersebut. Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda
untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.

Beda Algoritma dan Program

Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar memberi formula bahwa:
                               Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)
Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.

Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya:

1. Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa
pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari
bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
2. Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa
pemrograman.
3. Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama
karena algoritmanya sama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma:

1. Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.
Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah
dimengerti dan dipahami.
2. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti
notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis
algoritma disebut notasi algoritmik.
3. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik
sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks
program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke
dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi
algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa
pemrograman secara umum.
4. Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu
pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh
komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam
notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam
notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang
yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan
spesifikasi mesin yang menjalannya.
5. Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam
mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
6. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat
dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam
notasi bahasa pemrograman.

Kamis, 03 Mei 2012

Diposting oleh tya lolita vertika di 10.33 0 komentar

EEC (European Economic Community)

Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) (juga dikenal sebagai Common Market di dunia berbahasa Inggris , berganti nama menjadi Masyarakat Eropa (EC) pada tahun 1993 ) adalah sebuah organisasi internasional yang dibuat dengan tujuan untuk mewujudkan integrasi ekonomi (termasuk sebuah pasar tunggal ) antara Enam batin dari integrasi Eropa : Belgia , Perancis , Jerman , Italia , Luksemburg dan Belanda .
MEE ini diciptakan oleh Perjanjian mendirikan Komunitas Ekonomi Eropa ( Perjanjian Roma ; nama Perjanjian tentang fungsi Uni Eropa pada tahun 2009) tahun 1957. Ini memperoleh seperangkat lembaga bersama dengan Batubara dan Baja Eropa (ECSC) dan Masyarakat Energi Atom Eropa (EURATOM) (secara kolektif, Masyarakat Eropa ) di bawah 1965 Penggabungan Perjanjian (Perjanjian Brussel).. Dengan berlakunya dari Perjanjian tentang Uni Eropa (Traktat Maastricht) pada tahun 1993, organisasi ini berubah nama dari Masyarakat Ekonomi Eropa untuk Masyarakat Eropa (mencerminkan lingkup peningkatan integrasi Eropa), dan bersama dengan yang lain tersebut Masyarakat Eropa dibuat untuk pertama terdiri dari tiga pilar yang baru Uni Eropa (UE). Para kepribadian hukum dari Komisi Eropa berada di titik ini ditransfer ke Uni Eropa secara keseluruhan, perubahan sejalan dengan tujuan Perjanjian Lisbon yang lebih luas dari konsolidasi sifat hukum dari Uni.
Latar Belakang
Pada tahun 1951, Perjanjian Paris ditandatangani, menciptakan Batubara dan Baja Eropa (ECSC). . Ini merupakan komunitas internasional yang berdasarkan supranationalism dan hukum internasional, yang dirancang untuk membantu perekonomian Eropa dan mencegah perang masa depan dengan mengintegrasikan nya anggota . Dalam tujuan menciptakan Eropa federal yang dua komunitas lebih lanjut diusulkan: yang Eropa Pertahanan Masyarakat (EDC) dan Masyarakat Politik Eropa (EPC . Sementara perjanjian untuk yang kedua sedang disusun oleh Majelis Umum , ruang parlemen ECSC, EDC ditolak oleh Parlemen Perancis . Presiden Jean Monnet , seorang tokoh terkemuka di belakang masyarakat, mengundurkan diri dari Otoritas Tinggi protes dan mulai bekerja pada komunitas alternatif, berdasarkan integrasi ekonomi daripada integrasi politik. Setelah Konferensi Messina pada tahun 1955, Paulus Henri Spaak diberi tugas untuk mempersiapkan laporan tentang gagasan serikat pabean . Yang disebut Spaak Laporan  dari Komite Spaak membentuk landasan negosiasi antar pemerintah di Val Duchesse istana pada tahun 1956. . Bersama dengan Laporan Ohlin Laporan Spaak akan memberikan dasar bagi Perjanjian Roma .
Paul Henri Spaak memimpin Konferensi Antarpemerintah tentang Pasar Bersama dan EURATOM di Val Duchesse benteng, yang dipersiapkan untuk Perjanjian Roma pada tahun 1957.. Konferensi ini menyebabkan tanda tangan, pada tanggal 25 Maret 1957, dari Perjanjian Roma mendirikan Masyarakat Ekonomi Eropa

Penciptaan dan awal tahun

Masyarakat yang dihasilkan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dan Masyarakat Energi Atom Eropa (EAEC atau EURATOM). Ini adalah nyata kurang supranasional dari masyarakat sebelumnya, karena protes dari beberapa negara yang mereka kedaulatan sedang dilanggar (namun masih ada kekhawatiran dengan perilaku Komisi Hallstein ).  Pertemuan formal pertama dari Komisi Hallstein , diadakan pada 16 Januari 1958 di Kastil Lembah Duchess. The EEC (nenek moyang langsung dari Komunitas modern) adalah untuk menciptakan sebuah kesatuan pabean , sementara EURATOM akan mempromosikan kerjasama dalam tenaga nuklir bola. EEC cepat menjadi yang paling penting dari ini dan memperluas kegiatannya. Salah satu prestasi penting pertama adalah pembentukan MEE (1962) tingkat harga umum untuk produk pertanian. Pada tahun 1968, tarif internal (tarif pada perdagangan antara negara-negara anggota) telah dihapus pada produk tertentu.
. Krisis lain dipicu sehubungan dengan proposal untuk pembiayaan Kebijakan Pertanian Bersama, yang mulai berlaku pada tahun 1962. Periode transisi dimana keputusan dibuat oleh kesepakatan telah berakhir, dan mayoritas-suara di Dewan telah mengambil efek. Lalu- Presiden Perancis Charles de Gaulle 's oposisi untuk supranationalism dan takut menantang anggota lain CAP menyebabkan sebuah "kebijakan kursi kosong" di mana oleh perwakilan Prancis ditarik dari lembaga Eropa sampai hak veto Perancis kembali. Akhirnya, kompromi dicapai dengan kompromi Luksemburg pada 29 Januari 1966 dimana kesepakatan pria yang diizinkan anggota untuk menggunakan hak veto pada bidang kepentingan nasional.
Pada tanggal 1 Juli tahun 1967 ketika para Perjanjian Penggabungan datang ke dalam operasi, menggabungkan lembaga-lembaga ECSC dan EURATOM menjadi bahwa MEE, mereka sudah berbagi Majelis Parlemen dan Pengadilan . Secara kolektif mereka dikenal sebagai Masyarakat Eropa. Masyarakat masih memiliki kepribadian mandiri meskipun semakin terintegrasi. Perjanjian Masa Depan diberikan kekuatan masyarakat baru di luar masalah ekonomi sederhana yang telah mencapai tingkat tinggi integrasi. Seperti semakin dekat ke tujuan integrasi politik dan Eropa yang damai dan bersatu, apa yang Mikhail Gorbachev digambarkan sebagai Depan Eropa Umum .









http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/27/De_Gaulle-OWI.jpg/220px-De_Gaulle-OWI.jpgPembesaran dan pemilu

Presiden Prancis Charles de Gaulle diveto keanggotaan Inggris, menahan perkembangan kekuatan Parlemen dan berada di tengah 'krisis kursi kosong' dari 1965 . Pada tanggal 3 Mei 1960 Denmark, Irlandia, Norwegia dan Inggris diterapkan untuk bergabung dengan tiga Komunitas. Namun, Presiden Charles de Gaulle melihat keanggotaan Inggris sebagai kuda Troya bagi pengaruh AS dan diveto keanggotaan, dan aplikasi dari semua empat negara dihentikan.
Empat negara dikirimkan kembali aplikasi mereka pada tanggal 11 Mei 1967 dan dengan Georges Pompidou berhasil Charles de Gaulle sebagai Presiden Perancis pada tahun 1969, memveto diangkat. Negosiasi dimulai pada tahun 1970 di bawah pemerintahan yang pro-Eropa Edward Heath , yang harus berurusan dengan ketidaksepakatan berkaitan dengan Kebijakan Pertanian Bersama dan hubungan Inggris dengan Commonwealth of Nations . Namun demikian, dua tahun kemudian aksesi perjanjian ditandatangani dan semua tapi Norwegia menyetujui Masyarakat ( Norwegia menolak keanggotaan dalam referendum ).
Para Perjanjian Roma telah menyatakan bahwa Parlemen Eropa harus secara langsung dipilih, namun hal ini diperlukan Dewan untuk menyetujui suatu sistem pemungutan suara umum pertama. Dewan menunda isu dan DPR tetap diangkat, Presiden Prancis Charles de Gaulle sangat aktif dalam memblokir perkembangan Parlemen, dengan hanya yang diberikan kekuasaan Anggaran berikut pengunduran dirinya.
Parlemen ditekan untuk kesepakatan dan pada 20 September 1976 Dewan menyetujui bagian dari instrumen yang diperlukan untuk pemilihan, menunda rincian tentang sistem pemilu yang tetap bervariasi untuk hari ini. Selama masa Presiden Jenkins , pada bulan Juni 1979, pemilihan diadakan di semua kemudian-anggota (lihat pemilu Parlemen Eropa, 1979 ). Parlemen baru, galvanis melalui pemilihan langsung dan kekuatan baru, mulai bekerja penuh waktu dan menjadi lebih aktif daripada sebelumnya majelis.
Segera setelah pemilihan umum, parlemen menjadi lembaga Masyarakat pertama mengusulkan bahwa Komunitas mengadopsi Bendera Eropa . Para Dewan Eropa setuju untuk ini dan mengadopsi Simbol Eropa sebagai orang-orang Komunitas pada tahun 1984. Eropa Dewan, atau KTT Eropa, telah dikembangkan sejak tahun 1960-an sebagai sebuah pertemuan informal Dewan pada tingkat kepala Negara. Hal itu berasal dari lalu- Presiden Perancis Charles de Gaulle kebencian 's di dominasi lembaga supranasional (misalnya Komisi) atas proses integrasi. Hal itu disebutkan dalam perjanjian untuk pertama kalinya dalam Single European Act.
Menuju Maastricht
Yunani diterapkan untuk bergabung dengan komunitas pada 12 Juni 1975, setelah pemulihan demokrasi, dan bergabung pada 1 Januari 1981. Berikut dari Yunani, dan setelah restorasi demokrasi mereka sendiri, Spanyol dan Portugal diterapkan kepada masyarakat pada tahun 1977 dan bergabung bersama-sama pada 1 Januari 1986. Pada tahun 1987 Turki secara resmi diterapkan untuk bergabung dalam Komunitas dan mulai proses aplikasi terpanjang bagi negara manapun. Dengan prospek pembesaran lebih lanjut, dan keinginan untuk meningkatkan daerah co-operasi, Single European Act ditandatangani oleh menteri luar negeri pada 17 dan 28 Februari 1986 di Luksemburg dan Den Haag masing-masing. Ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1987. [12] Tindakan ini dipengaruhi oleh bekerja pada apa yang akan menjadi Traktat Maastricht , yang disepakati pada tanggal 10 Desember 1991, ditandatangani tahun berikutnya dan datang mulai berlaku pada 1 November 1993 mendirikan Uni Eropa.
Masyarakat Eropa
European Communities Masyarakat Eropa
Pilar Union.svg Eropa
The three former pillars constituting the European Union (clickable) Tiga pilar yang merupakan mantan Uni Eropa (diklik)
EEC ← 1993-2009 → EU MEE 1993-2009 ← → Uni Eropa
Uni Eropa menyerap Masyarakat Eropa sebagai salah satu dari yang tiga pilar . Daerah EEC dari kegiatan diperbesar dan berganti nama menjadi Masyarakat Eropa , terus mengikuti supranasional struktur MEE.. Lembaga-lembaga MEE menjadi orang-orang dari Uni Eropa, namun Pengadilan, Parlemen dan Komisi hanya masukan terbatas di pilar baru, karena mereka bekerja pada lebih antar sistem dari Masyarakat Eropa. Hal ini tercermin dalam nama lembaga, Dewan secara resmi "Dewan Uni Eropa" sementara Komisi secara formal "Komisi Masyarakat Eropa".
Namun, setelah Perjanjian Maastricht, Parlemen memperoleh peran yang jauh lebih besar. Maastricht dibawa dalam prosedur codecision , yang memberikan kekuasaan legislatif sama dengan Dewan Komunitas hal. Oleh karena itu, dengan kekuatan yang lebih besar dari lembaga-lembaga supranasional dan operasi Voting Mayoritas Berkualitas di Dewan, pilar Komunitas dapat digambarkan sebagai yang jauh lebih federal yang metode pengambilan keputusan.  Para Traktat Amsterdam mengalihkan tanggung jawab untuk pergerakan bebas orang (misalnya visa , imigrasi ilegal , suaka ) dari Negeri Keadilan dan Home (JHA) pilar untuk Masyarakat Eropa (JHA diubah namanya Polisi dan Peradilan Kerjasama dalam Masalah Pidana (PJCC) sebagai hasilnya). Baik Amsterdam dan Perjanjian Nice juga diperluas prosedur codecision ke daerah-daerah hampir semua kebijakan, memberikan daya sebesar Parlemen Dewan dalam Komunitas.
Pada tahun 2002, Perjanjian Paris yang didirikan ECSC tersebut berakhir, setelah mencapai batasnya 50 tahun (sebagai perjanjian pertama, itu adalah satu-satunya dengan batas). Tidak ada upaya untuk memperbarui mandatnya, melainkan dengan Perjanjian Nice ditransfer tertentu kepada unsur-unsur Perjanjian Roma dan karenanya bekerja terus sebagai bagian dari wilayah EC mengirimkan Masyarakat Eropa. Setelah berlakunya dari Perjanjian Lisbon pada tahun 2009 struktur pilar tidak ada lagi. Masyarakat Eropa, bersama dengan nya kepribadian hukum , dipindahkan ke Uni Eropa baru konsolidasi yang bergabung di dua pilar lainnya (EURATOM Namun tetap berbeda). Ini awalnya diusulkan dalam Konstitusi Eropa namun ratifikasi perjanjian yang gagal pada tahun 2005.

Tujuan dan prestasi

Tujuan utama dari MEE, seperti yang dinyatakan dalam pembukaannya, adalah untuk "menjaga perdamaian dan kebebasan dan untuk meletakkan dasar dari sebuah kesatuan yang lebih akrab di antara bangsa-bangsa Eropa". Memanggil untuk pertumbuhan ekonomi yang seimbang, ini akan dicapai melalui:
  1. Pembentukan serikat pabean dengan tarif eksternal umum
  2. transport and trade Umum kebijakan untuk pertanian , transportasi dan perdagangan
  3. Pembesaran MEE ke seluruh Eropa
Untuk serikat pabean, perjanjian disediakan untuk pengurangan 10% dalam tugas-tugas adat dan sampai dengan 20% dari kuota impor global. Kemajuan serikat pabean berjalan jauh lebih cepat daripada dua belas tahun yang direncanakan. Namun, Prancis menghadapi beberapa kemunduran karena mereka berperang dengan Aljazair

Anggota

Enam menyatakan bahwa mendirikan MEE dan dua lainnya Masyarakat dikenal sebagai " enam dalam "(" tujuh luar "adalah negara-negara yang membentuk Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa ). Enam orang Perancis, Jerman Barat, Italia dan tiga Benelux negara: Belgia, Belanda dan Luksemburg. Pembesaran pertama pada tahun 1973, dengan aksesi dari Denmark, Irlandia dan Inggris Raya. Greece, Spain and Portugal joined throughout in the 1980s. Yunani, Spanyol dan Portugal bergabung di seluruh di tahun 1980-an. Setelah penciptaan Uni Eropa pada tahun 1993, telah diperbesar sampai meliputi lima belas negara-negara lain pada 2007.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f1/Expansion_of_the_European_Communities_1973-1992.png/300px-Expansion_of_the_European_Communities_1973-1992.png

  Founding members Pendiri anggota
  Later members Kemudian anggota
Flag Bendera
Language(s) Bahasa (s)
Currency Mata uang
Population Populasi
(1990) [ 16 ] (1990) [16]
Belgia
01957-03-25 25 March 1957 01957-03-25 25 Maret 1957
&10000000010016000000000 10,016,000 & 10000000010016000000000 10016000
Denmark
01973-01-01 1 January 1973 01973-01-01 1 Januari 1973
&10000000005146500000000 5,146,500 & 10000000005146500000000 5.146.500
Prancis
01957-03-25 25 March 1957 01957-03-25 25 Maret 1957
&10000000056718000000000 56,718,000 & 10000000056718000000000 56718000
Jerman Barat
01957-03-25 25 March 1957 01957-03-25 25 Maret 1957
&10000000063254000000000 63,254,000 [ 19 ] & 10000000063254000000000 63254000 [19]
Yunani
01981-01-01 1 January 1981 01981-01-01 1 Januari 1981
&10000000010120000000000 10,120,000 & 10000000010120000000000 10120000
Republik Irlandia
01973-01-01 1 January 1973 01973-01-01 1 Januari 1973
&10000000003521000000000 3,521,000 & 10000000003521000000000 3.521.000
Italia
01957-03-25 25 March 1957 01957-03-25 25 Maret 1957
&10000000056762700000000 56,762,700 & 10000000056762700000000 56762700
Luksemburg
01957-03-25 25 March 1957 01957-03-25 25 Maret 1957
&10000000000384400000000 384,400 & 10000000000384400000000 384.400
Belanda
01957-03-25 25 March 1957 01957-03-25 25 Maret 1957
&10000000014892300000000 14,892,300 & 10000000014892300000000 14892300
Portugal
01986-01-01 1 January 1986 01986-01-01 1 Januari 1986
&10000000009862500000000 9,862,500 & 10000000009862500000000 9.862.500
Spanyol
01986-01-01 1 January 1986 01986-01-01 1 Januari 1986
&10000000038993800000000 38,993,800 & 10000000038993800000000 38993800
Britania Raya
01973-01-01 1 January 1973 01973-01-01 1 Januari 1973
&10000000057681000000000 57,681,000 & 10000000057681000000000 57681000
Negara anggota diwakili dalam beberapa bentuk di lembaga masing-masing . Para Dewan ini juga terdiri dari satu menteri nasional yang mewakili nasional mereka pemerintah . Setiap negara juga memiliki hak untuk salah satu Komisaris Eropa masing-masing, meskipun dalam Komisi Eropa mereka tidak seharusnya mewakili kepentingan nasional mereka tetapi bahwa komunitas. Sebelum 2004, anggota yang lebih besar (Perancis, Jerman, Italia dan Inggris) memiliki dua Komisaris. Di Parlemen Eropa , anggota dialokasikan beberapa set kursi yang terkait dengan populasi mereka, namun ini ( sejak 1979 ) telah dipilih secara langsung dan mereka duduk sesuai dengan kesetiaan politik, tidak asal nasional. Kebanyakan lembaga lainnya, termasuk Pengadilan Eropa , memiliki beberapa bentuk divisi nasional anggotanya.

Institusi

Ada tiga lembaga politik yang memegang kekuasaan eksekutif dan legislatif MEE, plus satu lembaga peradilan dan tubuh kelima diciptakan pada tahun 1975. Lembaga-lembaga ini (kecuali untuk Auditor) diciptakan pada tahun 1957 oleh MEE tetapi dari tahun 1967 dan seterusnya mereka diterapkan untuk semua tiga Masyarakat. Dewan mewakili pemerintah, Parlemen mewakili warga negara dan Komisi Eropa mewakili kepentingan. Pada dasarnya, Dewan, Parlemen atau lain tempat pesta permintaan undang-undang kepada Komisi. Komisi kemudian draft ini dan menyajikan kepada Dewan untuk mendapatkan persetujuan dan Parlemen untuk pendapat (dalam beberapa kasus itu hak veto, tergantung pada prosedur legislatif yang digunakan). Tugas Komisi adalah untuk memastikan itu dilaksanakan oleh berurusan dengan hari-hari menjalankan Uni dan mengambil orang lain untuk Pengadilan jika mereka gagal untuk mematuhi. Setelah perjanjian Maastricht pada tahun 1993, lembaga-lembaga menjadi orang-orang dari Eropa Uni, meski terbatas di beberapa daerah karena struktur pilar. Meskipun demikian, Parlemen secara khusus telah memperoleh kekuasaan lebih besar atas undang-undang dan keamanan Komisi. Pengadilan adalah otoritas tertinggi dalam hukum, penyelesaian sengketa hukum di masyarakat, sementara Auditor tidak memiliki kekuatan, tetapi untuk menyelidiki.

Latar Belakang

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c7/Luxembourg0080.JPG/220px-Luxembourg0080.JPGEEC mewarisi beberapa Lembaga ECSC yang dalam bahwa Majelis Umum dan Mahkamah Pengadilan dari ECSC memiliki kewenangan mereka diperluas ke MEE dan EURATOM dalam peran yang sama. Namun MEE, dan EURATOM, memiliki tubuh eksekutif yang berbeda untuk ECSC tersebut. Di tempat Dewan ECSC dari Menteri adalah Dewan Masyarakat Ekonomi Eropa , dan di tempat Otoritas Tinggi adalah Komisi Masyarakat Eropa .
Ada perbedaan yang lebih besar antara nama dari: Pemerintah Prancis hari itu tumbuh curiga kekuatan supranasional dari Otoritas Tinggi dan berusaha untuk mengekang kekuasaan dalam mendukung Dewan gaya antar pemerintah. Oleh karena itu Dewan memiliki peran eksekutif lebih besar dalam menjalankan Komunitas daripada yang situasi di MEE. Berdasarkan dari Perjanjian Penggabungan pada tahun 1967, para eksekutif dari ECSC dan EURATOM digabung dengan yang dari MEE, menciptakan struktur kelembagaan tunggal yang mengatur tiga Komunitas terpisah. Dari sini, Masyarakat Eropa istilah yang digunakan untuk lembaga (misalnya, dari Komisi Masyarakat Ekonomi Eropa untuk Komisi Masyarakat Eropa.

Dewan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e4/Bundesarchiv_B_145_Bild-F078267-0023%2C_Bonn%2C_Ministerpr%C3%A4sidenten_mit_EU-Kommissar_Delors-CROPPED.jpg Para Dewan Masyarakat Eropa adalah tubuh memegang kekuasaan legislatif dan eksekutif dan dengan demikian keputusan utama membuat tubuh Komunitas. Presiden diputar antara negara setiap enam bulan dan itu adalah terkait dengan Dewan Eropa , yang merupakan mengumpulkan informal pemimpin nasional (dimulai pada 1961) atas dasar yang sama sebagai Dewan.
Dewan ini terdiri dari satu nasional menteri dari negara masing-masing. Namun Dewan bertemu dalam berbagai bentuk tergantung pada topik. Sebagai contoh, jika pertanian sedang dibahas, Dewan akan terdiri dari masing-masing menteri nasional untuk pertanian. Mereka mewakili pemerintah mereka dan bertanggung jawab kepada sistem nasional politik mereka. Suara yang diambil baik oleh mayoritas (dengan suara dialokasikan menurut populasi) atau kebulatan suara. Dalam berbagai bentuk mereka berbagi beberapa kekuasaan legislatif dan anggaran dari DPR. [24] Sejak 1960-an Dewan juga mulai bertemu secara informal pada tingkat pemimpin nasional, ini puncak Eropa mengikuti sistem yang sama dan sekretariat kepresidenan sebagai Dewan tapi bukan pembentukan formal itu.

Komisi

Para Komisi Masyarakat Eropa adalah lengan eksekutif dari masyarakat, penyusunan hukum Komunitas , berurusan dengan hari untuk menjalankan Komunitas dan menegakkan perjanjian . Ini dirancang untuk menjadi independen, mewakili kepentingan masyarakat, tetapi terdiri dari wakil-wakil nasional (dua dari masing-masing negara-negara besar, salah satu dari negara-negara kecil). Salah satu anggotanya adalah Presiden , yang ditunjuk oleh Dewan, yang memimpin tubuh dan mewakili itu.

Parlemen http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/59/Pleniere.JPG/220px-Pleniere.JPG

Para Parlemen Eropa mengadakan pemilu pertama pada tahun 1979, perlahan-lahan mendapatkan pengaruh lebih besar atas pengambilan keputusan Komunitas.
Dalam Komunitas, Parlemen Eropa (sebelumnya Majelis Parlemen Eropa) memiliki peran penasehat untuk Dewan dan Komisi. Ada sejumlah prosedur Komunitas legislatif , pada awalnya hanya ada prosedur konsultasi , yang berarti Parlemen harus berkonsultasi, meskipun sering diabaikan. Para Single European Act memberikan kekuasaan lebih Parlemen, dengan prosedur persetujuan memberikan hak untuk memveto proposal dan prosedur kerjasama memberikan kekuatan yang sama dengan Dewan jika Dewan itu tidak bulat.
Pada tahun 1970 dan 1975, perjanjian Anggaran DPR memberi kekuasaan atas anggaran Komunitas . Anggota DPR, sampai-sampai tahun 1979 adalah anggota parlemen nasional yang melayani paruh waktu di DPR. Para Perjanjian Roma telah diperlukan pemilu yang akan diadakan setelah Dewan telah memutuskan pada sistem pemungutan suara, namun hal ini tidak terjadi dan pemilu ditunda sampai tahun 1979 (lihat pemilu Parlemen Eropa, 1979  Setelah itu, Parlemen dipilih setiap lima tahun.

Pengadilan

Para Mahkamah Pengadilan Masyarakat Eropa adalah pengadilan tertinggi dari pada masalah-masalah hukum Komunitas dan terdiri dari satu hakim per negara dengan seorang Presiden dipilih dari antara mereka. Perannya adalah untuk memastikan bahwa hukum diterapkan Komunitas dengan cara yang sama di semua negara dan untuk menyelesaikan perselisihan hukum antara lembaga atau negara. Ini menjadi sebuah lembaga yang kuat sebagai hukum Komunitas mengesampingkan hukum nasional.

Auditor

Lembaga kelima adalah Pengadilan Eropa Auditor , yang meskipun namanya tidak memiliki kekuatan hukum seperti Mahkamah Pengadilan. Sebaliknya, memastikan bahwa wajib pajak dana dari anggaran Masyarakat telah benar dibelanjakan. Pengadilan memberikan laporan audit untuk setiap tahun keuangan kepada Dewan dan Parlemen dan memberikan pendapat dan proposal legislasi keuangan dan anti-penipuan tindakan. It is the only institution not mentioned in the original treaties, having been set up in 1975. Ini adalah satu-satunya lembaga tidak disebutkan dalam perjanjian yang asli, yang telah didirikan pada tahun 1975.






 

*Tya Lolita Vertika* Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos