Selasa, 03 April 2012

Diposting oleh Unknown di 09.25 0 komentar

Pada era informasi saat ini peran dan manfaat teknologi informasi dan komunikasi semakin strategis dan mulai menguasai kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun organisasi. Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi telah pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi berlangsung cepat.
Penggunaan teknologi informasi dalam suatu sistem elektronik adalah penggunaan sistem komputer secara luas. Sistem ini adalah suatu sistem yang terpadu antara manusia dan mesin yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, prosedur standar, sumber daya manusia, dan substansi informasi yang mencakup fungsi input, proses, output dan penyimpanan.
Pengelolaan data pertanahan dengan menggunakan teknologi informasi merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan hal ini berkaitan dengan karakteristik data pertanahan itu sendiri yang bersifat multidimensi yang terkait dengan masalah ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan dan sosial budaya.
Pengelolaan data pertanahan itu sendiri harus terintegrasi suatu Sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan Nasional yang mengalirkan informasi antar seluruh unit organisasi baik di tingkat Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Pertanahan. Disamping sifat data pertanahan tersebut, juga pengelolaan pertanahan secara elektronik ini untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin meningkat yang terkait dengan keterbukaan informasi untuk masyarakat.
Pada hari Sabtu, 10 Maret 2007 dengan mengambil tempat di gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Jl. Cendana 15 Yogyakarta, diselenggarakan seminar sehari tentang Nilai Budaya Jawa di Yogyakarta. Seminar ini diselengarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY dan Dewan Kebudayaan Propinsi DIY. Seminar itu sendiri dilakukan dalam rangka inventarisasi tatanilai budaya Jawa untuk menentukan kebijakan kebudayaan di wilayah Propivinsi DIY yang akan menjadi bahan atau materi dalam Penyusunan Materi Draft Tata Nilai Budaya Jawa di Yogyakarta. Demikian seperti yang dikatakan oleh Ketua Pelaksana seminar, Prof. Dr. Djoko Surjo. Seminar diikuti oleh sekitar 50-an peserta. Ada pun peserta seminar di antaranya terdiri dari anggota DPRD DIY, Dewan Kebudayaan DIY, dewan-dewan kebudayaan kabupaten, wakil perguruan tinggi, pemuka agama, sastrawan, budayawan, pemuka masyarakat, dan lain-lain. Sasaran dari penyelenggaraan seminar adalah untuk memperoleh masukan materi tata nilai budaya Jawa untuk meningkatkan strategi pembangunan khususnya di bidang kebudayaan.
Seminar yang jadwalnya akan dimulai pada pukul 08.00-14.30 WIB tersebut akhirnya molor. Acara baru dapat dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 14.45 WIB. Seminar menampilkan 3 orang narasumber dan 3 orang pembahas. Ketiga narasumber tersebut adalah Ir. Setyoso Hardjowisastro (Kepala Bapeda Provinsi DIY), Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M. (Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi DIY), KH. Abdul Muhaimin (Ketua Forum Persaudaraan Umat Beriman). Sedangkan tiga orang pembahas masing-masing adalah Dr. Heddy Sri Ahimsa Putra, M.A. (dosen FIB UGM), Prof. Dr. Marsono, S.U. (dosen FIB UGM), Dr. Sangidu (dosen FIB UGM).
Pada sesi pertama pada intinya dikatakan bahwa Yogyakarta memiliki 3 pilar utama sebagai kekuatan budayanya. Ketiga pilar utama itu adalah sebagai kota budaya, kota pariwisata, dan kota pendidikan. Sekalipun demikian, kota Yogyakarta tidak mungkin lepas dari pengaruh globalisasi yang masuk melalui berbagai kemajuan di berbagai sektor, terutama sektor Telekomunikasi, Transportasi, Teknologi, dan Turisme. Melalui keempat sektor utama itulah pengaruh-mempengaruhi kebudayaan antar bangsa, suku, dan sebagainya terjadi. Dalam persoalan ini yang perlu dilakukan adalah melakukan manajemen yang baik sehingga dengan demikian nilai-nilai budaya Jawa yang baik, yang berguna, yang dapat meningkatkan taraf hidup, dan jati diri warga Yogyakarta dapat terus dipelihara sedangkan yang tidak lagi relevan, tidak lagi memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan kehidupan dapat ditinggalkan. Hal-hal yang tidak memberikan kemajuan itu di antaranya adalah jam karet atau tidak tepat waktu yang masih saja terus terjadi di lingkungan kebudayaan Jawa.
Pada sesi pertama ini pembahas mengemukakan bahwa konsepsi Kontjaraningrat mengenai 7 unsur kebudayaan itu tidak lagi relevan. Ada ketumpangtindihan di sana yang justru menyulitkan penguraian konsep-konsep lain. Contohnya adalah penggologan atau pemilahan yang disebut sebagai sistem teknologi. Sistem teknologi ternyata ada juga di dalam penggolongan lain misalnya sistem mata pencaharian, sistem kesenian, dan sebagainya. Sistem pengetahuan pun ada di dalam penggolongan lain misalnya di dalam sistem religi, kesenian, dan seterusnya. Tampaknya penggolongan yang dilakukan oleh Kontjaraningrat perlu ditambah. Paling tidak untuk saat ini perlu ditambahkan Sistem Kesehatan dan Sistem Komunikasi.
Pada sesi ini juga dikemukakan bahwa sistem pelestarian budaya yang dilakukan di negara kita, khususnya di Yogyakarta belumlah memadai. Bahkan dikatakan belum ada museum yang representatif di Yogyakarta. Museum mestinya harus mampu menjadi tempat pelestarian, riset, dan rekreasi sekaligus. Museum juga harus mampu memberikan gambaran yang jelas tentang kehidupan masa lalu melalui benda yang dipajangnya. Kebanyakan museum di negara kita masih memiliki sifat sebagai gudang barang.
Pelestarian dan ketahanan budaya yang berkaitan dengan perilaku atau tangible merupakan sesuatu yang tidak mudah. Untuk pelestariannya perlu dilakukan perekaman secara audio visual. Tanpa itu tidak mungkin dapat terwujud. Publikasi untuk ini pun perlu dilakukan misalnya dengan membuat website yang representatif mengenai kebudayaan. Dunia perfilman pun perlu bangkit untuk membuat film-film yang mencerminkan kepribadian bangsa melalui keunikan-keunikan etnis. Dengan demikian film atau sinetron yang dibuat benar-benar kontekstual.
Implementasi nilai-nilai budaya Jawa pun bukan merupakan sesuatu yang mudah. Perlu contoh konkret dari para pimpinan di semua sektor. Tanpa contoh dari pimpinan, maka orang atau masyarakat yang ada di bawahnya akan merasa enggan untuk membiasakan diri melaksanakan nilai-nilai tersebut. Jika hal itu tidak dapat terlaksana, maka nilai-nilai budaya Jawa itu akan terus mengabur, menghilang. Untuk perlu identifikasi, penjelasan mengenai konsep-konsep kebudayaan itu sehingga bernilai operasional. Perlu juga dilakukan tindakan yang dapat ikut menggerakkan seluruh komponen masyarakat pada pembangunan kebudayaan yang dimaksud. Sebab tanpa peran masyarakat tujuan itu akan gagal.
Pada sesi kedua disebutkan bahwa pembangunan di Indonesia ini tidak akan berhasil baik jika tanpa mengikutsertakan peran agama. Namun agama di sini yang dimaksudkan adalah agama yang substansial.
Aspek kebudayaan di Yogyakarta setidaknya ada 3 rumusan pokok yaitu spiritualitas, pandangan hidup, dan etika. Spiritualitas yang dimaksudkan bukan spiritualitas yang bersifat entertaintment namun harus yang intuitif. Spiritualitas yang menyemangati hidup manusia Jawa sekarang ini menurut pembicara kedua sudah banyak tererosi karena semua dinilai dengan uang atau materi. Sejalan dengan itu sikap prasaja manusia Jawa juga berubah. Perubahan ini terjadi juga akibat pemelesetan-pemelesetan adagium yang ada dalam masyarakat Jawa oleh karena pengaruh berbagai nilai kehidupan lain. Adagium rila, narima ing pandum, alon-alon waton kelakon, gremat-gremet waton slamet, dan seterusnya yang menjadi pedoman hidup keseharian dimaknai secara harfiah sebagai kelambanan, kemalasan, klelar-kleler, dan sebagainya. Seharusnya adagium itu dihayati dengan rasa.
Dalam kacamata demokrasi kaum muda hirarki normatif Jawa dipandang sebagai sikap feodal yang menghambat demokratisasi dan bertentangan dengan prinsip persamaan/egalitarian yang menjadi pilar utama demokrasi. Perbedaan cara pandang yang diametral ini diakibatkan oleh perbenturan tata nilai lama dengan unsur-unsur budaya baru yang secara substansial berbeda titik berangkatnya, yakni pola pikir Jawa yang normatif karena kuatnya prinsip menjaga harmoni berhadapan dengan budaya baru yang lebih berorientasi pada pencapaian hasil secara kuantitatif.
Etika Jawa yang semula sangat humanis mengalahkan kepentingan materi, ambisi pribadi, dan gejolak hawa nafsu yang semuanya itu terabadikan dalam berbagai petuah dan pepatah serta tergambarkan dalam tokoh-tokoh pewayangan, telah tergantikan oleh perilaku budaya yang sangat konsumtif, hedonis, dan materialistik. Berkaitan dengan kondisi seperti itu perlu dilakukan langkah strategis untuk memasyarakatkan nilai-nilai budaya Jawa, yakni: dengan sosialisasi (melalui pendidikan, kelompok budaya, desa budaya, kelompok masyarakat/organisasi, dan sebagainya); kajian/penelitian dan pengembangan (historis, filosofis, implementatif); regulasi/hukum (perlindungan terhadap situs budaya, kreasi budaya, perangkat budaya), pengaturan/seleksi tempat hiburan; publikasi.
Pada sesi kedua dinyatakan bahwa tata ruang Keraton Kasultanan Yogyakarta tidak ada duanya di dunia. Semuanya itu tidak lepas dari karya cipta Sultan Hamengku Buwana I. Semua tata ruang yang diciptakan untuk keratonnya itu sarat dengan makna yang semuanya bisa dijelaskan dan kemudian menjadi rambu-rambu bagi perilaku kehidupan masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta. Sesi ini juga menyatakan bahwa Yogyakarta memiliki karakteristik budaya Jawa, di antaranya adalah religius ber Tuhan; mempunyai toleransi keagamaan yang besar; sangat menekankan aspek kerukunan, hormat dan keselarasan sosial; lebih suka memecahkan persoalan dengan sikap mawas diri atau tepa selira; bersifat akomodatif (momot).
Pada sisi lain karena budaya Jawa dianggap sebagai sesuatu yang penting, berharga, dan diprioritaskan sehingga sebagian warga masyarakat Jawa terlalu membanggakan tanpa reserve. Sikap demikian itu membuat mereka tidak lagi kritis dan tidak lagi bisa melihat adanya nilai-nilai negatif yang ada di dalam budaya Jawa yang mungkin tidak lagi berguna. Oleh karenanya perlu dikemukakan beberapa langkah atau skenario dalam mengaplikasikan budaya Jawa-Yogyakarta yang bernilai positif dalam membangun manusia sebagai sistem sosial.
Langkah itu di antaranya dengan memasyarakatkan ungkapan-ungkapan yang dapat dimanifestasikan ke perilaku seperti memasyarakatkan ungkapan Hamemayu Hayuning Bawana yang dapat diperinci sebagai Rahayuning Bawana Kapurba Wasesaning Manungsa 'kelestarian dunia lebih dipengaruhi oleh kebijaksanaan manusia'. Darmaning Satriya Mahanani Rahayuning Nagara 'darma bakti kesatria mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan negara'. Rahayuning Manungsa Dumadi Karana Kamanungsane 'keselamatan dan kesejahteraan manusia terwujud karena perikemanusiannya'. Ungkapan lainnya adalah Asih ing Sesami 'mencintai sesama' yang sepi ing pamrih rame ing gawe; falsafah Golong Gilig (menyatunya pemimpin-kawula, Tuhan dan umat-Nya); falsafah Sawiji (orang harus selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Esa), Greget (seluruh aktivitas dan gairah/semangat hidup harus disalurkan melalui jalan Tuhan Yang Maha Esa), Sengguh (bangga diciptakan sebagai makhluk sempurna naun tidak boleh sombong), Ora Mingkuh (meskipun banyak mengalami banyak kesukaran dan hambatan dalam hidup, namun tetap dijalani dengan penuh tanggung jawab, dilandasi selalu percaya kepada Tuhan Yang Maha Adil, Penyayang, dan Pengasih).
Membicarakan budaya Jawa-Yogyakarta tentu tidak bisa lepas dari keberadaan Keraton Yogyakarta sebagai cikal bakal pusat pemerintahan dan pusat kebudayaan yang sarat dengan nilai filosofi. Pemahaman, penghayatan, dan pengamalan dasar falasafah budaya asli Yogyakarta seperti Hamemayu Hayuning Bawono, Golong Gilig, Sewiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, Hamengku,  Hamangku, dan Hamengkoni di dalam aplikasinya diperlukan payung hukum yang harus disosialisasikan sampai ke lapisan masyarakat yang paling bawah di DIY. Perlu melakukan pemilihan dan pemilahan terhadap nilai-nilai budaya Jawa yang masih relevan sebagai faktor pemersatu dan pendorong pembangunan di DIY dalam segala bidang. Perlu dilakukan reinventarisasi, reinterpretasi, revitalisasi, dan pemberian ruh baru terhadap nilai-nilai budaya Jawa yang baik tetapi sudah tidak lagi relevan dengan zamannya. Yogyakarta dengan keunggulan aset budayanya sebagai factor endowments sangat potensial dikembangkan dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pariwisata sehingga keuntungan yang diperoleh tidak hanya dari sisi ekonomi namun juga keuntungan di bidang budaya.
Diposting oleh Unknown di 09.12 0 komentar
Visual Basic NET (VB.NET)

                   Visual Basic NET (VB.NET)., Adalah berorientasi objek bahasa pemrograman komputer yang dapat dilihat sebagai evolusi dari klasik Visual Basic (VB), yang diimplementasikan pada NET Framework. . Microsoft currently supplies two major implementations of Visual Basic: Microsoft Visual Studio 2010, which is commercial software and Visual Basic Express 2010, which is free of charge . Microsoft saat ini memasok dua implementasi utama Visual Basic: Microsoft Visual Studio 2010, yang merupakan perangkat lunak komersial dan Visual Basic Ekspres 2010, yang gratis .
Persyaratan Software dan Hardware
Software Requirements Persyaratan Perangkat Lunak
Visual Studio 2010 can be installed on the following operating systems: Visual Studio 2010 dapat diinstal pada sistem operasi berikut:
·                     Windows XP (x86) with Service Pack 3 - all editions except Starter Edition Windows XP (x86) dengan Service Pack 3 - semua edisi kecuali Starter Edition
·                     Windows Vista (x86 & x64) with Service Pack 2 - all editions except Starter Edition Windows Vista (x86 & x64) dengan Service Pack 2 - semua edisi kecuali Starter Edition
·                   Windows 7 (x86 & x64) Windows 7 (x86 & x64)
·                     Windows Server 2003 (x86 & x64) with Service Pack 2 Windows Server 2003 (x86 & x64) dengan Service Pack 2
·                     Windows Server 2003 R2 (x86 & x64) Windows Server 2003 R2 (x86 & x64)
·                     Windows Server 2008 (x86 & x64) with Service Pack 2 Windows Server 2008 (x86 & x64) dengan Service Pack 2
·                     Windows Server 2008 R2 (x64) Windows Server 2008 R2 (x64)
Supported Architectures: Didukung Arsitektur:
·                     32-Bit (x86) 32-Bit (x86)
·                     64-Bit (x64) 64-Bit (x64)
Hardware Requirements Kebutuhan Hardware
·                     Computer that has a 1.6GHz or faster processor Komputer yang memiliki prosesor 1.6GHz atau lebih cepat
·                     1 GB (32 Bit) or 2 GB (64 Bit) RAM (Add 512 MB if running in a virtual machine) 1 GB (32 bit) atau 2 GB (64 bit) RAM (512 MB Tambahkan jika berjalan dalam mesin virtual)
·                     3GB of available hard disk space 3GB ruang hard disk yang tersedia
·                     5400 RPM hard disk drive 5400 RPM hard drive disk yang
·                     DirectX 9 capable video card running at 1024 x 768 or higher-resolution display DirectX 9 video card yang bisa berjalan di 1024 x 768 atau lebih tinggi resolusi layar
·                     DVD-ROM Drive DVD-ROM Drive


Ada 5 versi dari Visual Basic NET. Dilaksanakan oleh Tim Visual Basic.
Visual Basic. NET (2002) (VB 7.0)
                 First version of Visual Basic .NET, which run on .NET framework 1.0. Pertama versi dari Visual Basic NET., Yang berjalan pada. NET framework 1.0. The most important feature is Managed code , which contrasts with Visual Basic 6.0 and before. Fitur yang paling penting adalah kode Dikelola , yang kontras dengan Visual Basic 6.0 dan sebelumnya.
Visual Basic. NET 2003 (VB 7.1)
                  Visual Basic NET 2003. Dirilis dengan versi 1.1 dari NET Framework.. . Fitur baru termasuk dukungan untuk NET Compact Framework. dan VB meng-upgrade yang lebih baik penyihir .. Perbaikan juga dilakukan untuk kinerja dan kehandalan dari NET IDE. (Terutama compiler latar belakang ) dan runtime.). Selain itu, Visual Basic NET 2003. Yang tersedia di Visual Studio.NET Akademik Edition (VS03AE). VS03AE is distributed to a certain number of scholars from each country without cost. VS03AE didistribusikan ke sejumlah ulama dari negara masing-masing tanpa biaya.

Visual Basic 2005 (VB 8.0)
                Visual Basic 2005 is the name used to refer to the Visual Basic .NET, Microsoft having decided to drop the .NET portion of the title. Visual Basic 2005 adalah nama yang digunakan untuk mengacu pada Basic NET. Visual, Microsoft telah memutuskan untuk menjatuhkan bagian NET judul..
Untuk rilis ini, Microsoft menambahkan banyak fitur, termasuk:
·         Edit dan Lanjutkan
·         Desain-waktu evaluasi ekspresi.
·         namespace ( gambaran , rincian ), yang menyediakan:
o    akses mudah ke daerah-daerah tertentu dari NET Framework. yang lain membutuhkan kode yang signifikan untuk mengakses
o    dynamically-generated classes (notably My.Forms ) yang dihasilkan secara dinamis kelas (terutama My.Forms)
·         Perbaikan VB-ke-VB.NET konverter
·         Menggunakan kata kunci, menyederhanakan penggunaan objek yang memerlukan Buang pola untuk sumber informasi gratis
·         Hanya Kode saya, yang ketika debugging menyembunyikan (langkah-langkah di atas) boilerplate kode yang ditulis oleh Visual Studio. NET IDE dan kode sistem perpustakaan
·         Sumber Data mengikat, mengurangi basis klien / server pembangunan
              Fungsi di atas (terutama saya) dimaksudkan untuk memperkuat fokus Visual NET. Dasar sebagai pengembangan aplikasi yang cepat platform dan lebih membedakan dari C # .

               Visual Basic 2005 introduced features meant to fill in the gaps between itself and other "more powerful" .NET languages, adding: Visual Basic 2005 memperkenalkan fitur-fitur dimaksudkan untuk mengisi kesenjangan antara dirinya dan lainnya "lebih kuat" bahasa NET, menambahkan.:


·         .NET 2.0 languages features such as: NET 2.0. Bahasa fitur seperti:
o    obat generik
o    Parsial kelas , metode mendefinisikan beberapa bagian dari sebuah kelas dalam satu file dan kemudian menambahkan definisi yang lebih kemudian, terutama berguna untuk mengintegrasikan kode pengguna dengan auto-kode yang dihasilkan
o    Jenis Nullable
·         Dukungan untuk bulat unsigned tipe data yang umum digunakan dalam bahasa lain
Diposting oleh Unknown di 09.12 0 komentar
Excel Makro
Pengertian Excel Makro :
            Excel macro adalah serangkaian VBA (Visual Basic untuk Aplikasi) petunjuk yang repetitif otomatis atau tugas kompleks. Petunjuk yang terdiri dari perintah dan formula yang dapat memanipulasi data ke dalam nilai-nilai produksi yang diinginkan seperti warna grafik atau dibaca tabel informasi.

Membuat Simple Makro

          Anda dapat membuat makro sederhana oleh rekaman melalui menu pilihan, melakukan tugas dan kemudian menghentikan perekaman.

Pemrograman Kompleks macro

            Untuk memperluas fungsi sederhana untuk membuat makro atau yang lebih kompleks satu (seperti satu bentuk dan menampilkan kotak dialog), menggunakan built-in VBA Editor untuk membuat program script.



Menggunakan Makro
               Untuk menjalankan makro, memilih dari menu pilihan. Anda juga dapat menyimpannya dalam toolbar tombol untuk mengakses satu-klik atau ia menetapkan cara pintas tombol.
Mengamankan Data        
               Macro dapat menjamin integritas data dengan memeriksa informasi apapun terhadap kondisi standar. Mereka kemudian dapat menolak tidak dapat diterima baik secara otomatis nilai atau meminta user untuk masukkan kembali mereka.

Macros dan Program Eksternal

               Excel macro dapat memperluas kegunaan dari oleh mengakses program eksternal, seperti Word, misalnya, untuk membuat artikel dengan diagram, atau Outlook, misalnya, untuk mengirim email meja informasi untuk memenuhi Hadirin.

Belajar macro

              Cara yang paling mudah untuk mengetahui macro adalah dengan menekan tombol "F1" tombol untuk menampilkan daftar topik di Bantuan makro. Menekan tombol yang sama dalam VBA editor menampilkan informasi tentang pemrograman makro.

Cara membuat macro di excel.

              Excel berisi alat otomatis, yang disebut makro, yang dapat digunakan untuk melakukan Common, tugas yang berulang. Makro sederhana dapat diatur untuk merekam penekanan tombol dan klik mouse ketika pengguna melakukan tugas, seperti memasuki dan mengatur daftar nama-nama ke dalam spreadsheet Excel. Sekali direkam, kapan saatnya untuk memasuki set baru dari jenis yang sama data, pengguna dapat memiliki makro fungsi ini dengan memainkan kembali.

1. Tentukan pada proses yang Anda ingin untuk merekam makro. Misalnya, Anda dapat membuat makro yang akan mengurus menyimpulkan angka-angka dalam kolom.

2. Membuka buku kerja di Excel. Klik pada salah satu sel yang akan diformat.

3. Klik pada "Tools" tombol pada panel alat. Sorot "Makro" pada menu Tools dan kemudian pilih "Record New Macro" dari menu Macro. Sebuah "Record Macro" kotak dialog muncul yang dapat anda gunakan untuk memasukkan nama dan deskripsi dari makro Anda, pilih salah satu tombol pintas dan memilih lokasi penyimpanan.

4. Ketik nama untuk makro baru dalam "Macro name" lapangan. Nama yang Anda pilih harus mulai dengan surat dan tidak dapat menyertakan spasi. Anda dapat menggunakan kombinasi huruf, angka dan garis bawah.


5. Masukkan kunci pintas. Langkah ini adalah opsional, tetapi itu adalah cara untuk mengaktifkan makro Anda dengan cepat. Menggunakan salah satu huruf atau simbol pada keyboard Anda

6. Pilih pilihan penyimpanan makro Anda. Anda dapat menyimpannya dalam buku kerja baru, dalam buku kerja saat ini atau di buku kerja makro pribadi. Menyimpan macros Anda dalam sebuah buku kerja makro pribadi akan membuat mereka tersedia jika Anda ingin menggunakan salah satu dari mereka dalam sebuah spreadsheet baru.

7. Masukkan deskripsi dari makro Anda dalam "Keterangan" lapangan. Langkah ini juga opsional.

8. Klik "OK" untuk melanjutkan dan untuk memulai rekaman. Sebuah "Stop Recording" kotak akan muncul, menunjukkan bahwa makro telah mulai merekam.

9. Melaksanakan tugas yang Anda ingin untuk merekam makro. Bila Anda telah menyelesaikan proses, klik tombol biru di kotak rekaman makro untuk menghentikan perekaman.

Cara menggunakan excel macro

                  Excel macro memungkinkan pengguna untuk mengotomatisasi tugas-tugas. Anda memiliki pilihan untuk merekam saat Anda pergi atau coding makro dalam Visual Basic for Applications. Beberapa menggunakan populer untuk macro adalah format dan menyortir data. Setelah direkam, itu & # x2019; s sederhana untuk menggunakan macro. Mereka dapat digunakan di banyak spreadsheet, tergantung pada kebutuhan Anda.

1. Buka spreadsheet Excel baru atau yang sudah ada.

2. Buka menu Format dan pilih Macro - Macros. Pilihan lain adalah dengan menekan kombinasi tombol yang benar yang Anda buat saat makro itu direkam.

3. Pilih Macro benar dari daftar. Anda dapat memilih Pilihan saat makro disorot untuk melihat kombinasi tombol atau set yang baru.

4. Buat tombol kustom untuk macro sering Anda gunakan.

5. Klik kanan toolbar dan pilih Customize.

6. Buka tab Perintah dan pilih Macros dari daftar.

7. Waktu-klik dan tahan Tombol pilihan Custom dari daftar toolbar Perintah untuk pilihan Anda.

8. Klik kanan tombol baru pada toolbar Anda untuk memilih yang makro yang ditugaskan untuk itu. Anda bahkan dapat menyesuaikan gaya tombol.

Petunjuk:

Buat makro dalam buku kerja pribadi Anda, atau pribadi. xls, untuk memiliki macro tersedia di semua spreadsheet Anda. Anda dapat memilih untuk menggunakan macro dari buku kerja lain saat menjalankan makro dari daftar di bawah menu Format.
Cara menghapus duplikat excel macro
               Excel macro memungkinkan Anda untuk melakukan tugas-tugas spreadsheet yang kompleks dengan mengisi formulir di kotak dialog dan mengklik tombol. Ketika Anda program makro, Anda dapat membuat beberapa versi dalam perjalanan ke final. Artikel ini membahas cara menghapus versi duplikat. Sesuai rincian akan berbeda tergantung pada versi Excel dan sistem operasi yang Anda gunakan.

1. Pilih menu "Tools", "Makro" dan "Macros" untuk menampilkan kotak dialog Makro.

2. Pilih pilihan dari "Macros Dalam" drop-down untuk menentukan mana untuk mencari macro. (Pilihan default adalah "Semua Buka workbook"). Macro dari seleksi yang akan muncul di kotak Makro.

3. Pilih makro yang ingin Anda hapus dengan mengklik di atasnya.

4. Pastikan Anda memilih makro yang benar dengan mengklik tombol "Edit". Microsoft Visual Basic jendela akan ditampilkan.

5. Cari kode untuk makro dipilih dalam kotak kode. Pastikan bahwa Anda memiliki makro yang benar dengan membandingkan kode tersebut ke kode untuk makro lainnya, yang juga muncul dalam kotak yang sama. Anda mungkin perlu memindahkan bar gulir untuk menampilkan semua kode.

6. Tutup jendela dengan menekan tombol "Alt" dan "Q" tombol. Meskipun Anda kembali ke buku kerja Excel, kotak dialog Makro telah menghilang.


7. Pilih menu "Tools", "Makro" dan "Macros" untuk menampilkan kotak dialog Makro lagi.

8. Pilih makro untuk menghapusnya dengan mengklik, dan kemudian klik "Hapus" tombol. Sebuah kotak dialog akan mengkonfirmasi bahwa Anda ingin menghapus.

9. Klik tombol "Ya" untuk menghapus makro.
 

*Tya Lolita Vertika* Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos